Mata Hati

Senin, 04 April 2011

Ketika kita membaca buku cerita atau menonton film (yang pastinya drama entah drama keluarga, percintaan atau pertemanan bukan horror atau action), di cerita yang kita baca atau di film yang kita tonton, ketika antara tokoh satu dengan yang lain terlibat dalam suatu konflik atau problematika, di dalam cerita tersebut pasti ada alur penyelesaiannya. Semuanya seperti dibuat dengan situasi yang serba kebetulan. Ketika si A sedang sedih karena si B, sahabatnya si C kemudian datang. Ketika si B merasa kecewa terhadap si E, si D berusaha mengejarnya. Atau ketika si F butuh sandaran, si E tiba dan menawarkan bahunya. Dan seterusnya. Kisah dibuat dalam lingkungan yang saling memberi support satu dengan yang lain.

Apakah benar situasi ceritanya dibuat supaya terlihat kebetulan?? Tidak juga.
Kuncinya adalah peka, jalinan cerita dibuat supaya karakter tokohnya memiliki kepekaan hati antara satu dangan yang lain. Itulah drama. 

Pernahkah kamu mendapati dirimu ketika diperhadapkan dalam suatu konflik atau menghadapi suatu problematika, dimana kamu seharusnya membutuhkan orang - orang terdekatmu untuk memberi support kepadamu? akankah orang - orang terdekat kita akan selalu memberi support kepada kita? Atau ketika hatimu berteriak butuh seseorang yang mengerti kamu, akankah ada seseorang datang di saat yang tepat untukmu?

Jika ketika kamu diperhadapkan dengan suatu konflik atau problematika dan tak ada kebetulan - kebetulan yang mampu menolong disaat yang tepat, dan ketika tak ada sahabat yang mau dan mampu memberi support disaat kamu butuhkan, mungkin konflik akan dibiarkan berlarut - larut dan problematika dibiarkan menggantung sementara waktu terus berlalu dan berlalu dan masih banyak hal lainnya yang harus dikerjakan. Maka kamu akan mencari jalan keluar atau solusi dengan caramu sendiri, sehingga berakhir pada kesimpulan bahwa ketika kamu merasa cukup yakin kamu telah mendapatkan penyelesaiannya, kamu akan berpikir saat itu bahwa itulah yang terbaik. Benarkah demikian?
Jadi sepertinya, kita hidup di dunia kita masing - masing, menyelesaikan masalah kita masing - masing..
tetapi benarkah keputusan itu sudah tepat?

Bagi saya, mencari jalan keluar atau solusi sendiri belum cukup kuat untuk menentukan atau mendapatkan penyelesaian yang terbaik. Akan lebih baik ketika kita mampu berbagi pendapat dengan orang lain bahkan tidak hanya seorang untuk membandingkan tingkat konflik/problematika dan ragam solusi yang bisa didapatkan. Support dari orang - orang terdekat adalah sangat penting karena hal itu menguatkan kita ketika kita sedang menghadapi konflik atau problematika. Hal ini butuh kepekaan hati baik dari diri kita maupun orang lain untuk mencoba saling berbagi mengutarakan isi hati.


Kepekaan tidak harus menunggu orang lain datang kepada kita untuk memberi support dan mau berbagi jika kita berada di posisi yang diperhadapkan oleh konflik atau problematika, sebaiknya diri kita pun berusaha untuk berani tampil, mau berbagi dan membuka diri. Sebaliknya membuat diri kita peka terhadap orang lain yang membutuhkan support dari kita adalah dengan menunjukkan rasa perhatian kita. Tidak perlu menunggu untuk mendapati bahwa ada orang atau sahabat yang butuh perhatian kita disekitar. Tetapi dengan menunjukkan niat dan perhatian kita disetiap waktu kepada mereka niscaya dengan sendirinya mereka akan datang kepada anda untuk berbagi dan hal ini sudah menunjukkan sikap dan rasa kepekaan kita terhadap orang lain.

Memiliki teman atau sahabat disekitar kita yang peka terhadap situasi dalam suatu hubungan akan lebih baik. Apalagi jika teman atau sahabat yang kita miliki tidak hanya seorang, beberapa teman atau sahabat yang mampu memberi support bahkan saling mencarikan jalan keluar atau solusi dari suatu konflik adalah hebat. Dan beberapa teman atau sahabat yang selalu ada, turut mendukung, menolong, serta menopang bahkan melakukan pembelaan jika diperlukan adalah luar biasa.
Jika teman atau sahabat mampu dan berani ikut terjun dalam suatu konflik untuk membantu mencarikan penyelesaian bukan berarti dia ikut campur. Mungkin rasa kesetiakawanan atau solidaritas adalah kata yang tepat.

Sahabat yang luar biasa akan membuat cerita dalam realita kita jadi lebih berwarna, menantang dan tidak membosankan. Sehingga pada akhirnya kita akan memiliki satu kisah yang komplit bersama sahabat tentang cerita kehidupan kita. 


 

1 komentar:

Obat Kencing manis mengatakan...

artikel yang menarik..sungguh membukakan mata hati..