Bunuh Diri Tanpa Rasa Sakit

Selasa, 21 Desember 2010

Saya beruntung menyaksikan episode dari serial Grey's Anatomy "Suicide Is Painless". Bukan hanya menghibur tetapi juga edukatif, sedikit kontroversi dan sedikit banyak memberikan pemahaman kepada saya lagi tentang Cinta dan Kehidupan. Kisahnya mengenai seorang pasien wanita yang sudah cukup lama mengidap penyakit kanker dan ingin mengakhiri hidupnya dari penderitaannya. Pasien wanita tersebut mendaftarkan dirinya untuk melakukan Eutanasia (Menurut sumber Wikipedia, Eutanasia adalah praktik pencabutan kehidupan manusia atau hewan melalui cara yang dianggap tidak menimbulkan rasa sakit atau menimbulkan rasa sakit yang minimal, biasanya dilakukan dengan cara memberikan suntikan yang mematikan) atau dalam film tersebut diibaratkan sebagai "physician-assisted suicide" (bunuh diri dengan bantuan dokter). Dalam kesiapannya untuk menghadapi kematian dia harus mendapatkan persetujuan dua orang dokter untuk menyetujui permintaannya, namun salah satu dokter yang menanganinya yakni dokter Owen Hunt, belum mau menyetujui permintaannya. Namun suami pasien wanita tersebut terlihat sangat nyaman dengan permintaan istrinya. Dokter Hunt mengalami pergumulan dalam pikirannya ketika menghadapi hal ini karena ia pernah mengalaminya ketika hendak melepas kepergian kawannya dalam sebuah tragedi bahkan ia dan dokter Teddy (salah satu dokter yang menangani pasien wanita ini) sempat berargumen karena ia tidak juga menyetujui keinginan sang pasien untuk mengakhiri penderitaannya.

 
Sembari menunggu persetujuan dari dokter Hunt, pasien wanita itu menyuruh suaminya untuk menceritakan pada dokter Hunt tentang bagaimana ia merasakan keputus-asaannya. Namun sang suami malah pulang ke rumah untuk mengambil anggur yang diinginkan sang pasien wanita dan barang - barang lainnya. Dokter Teddy memberi resep kepada sang suami bahwa obat "barbiturates" adalah obat yang cocok untuk mengakhiri hidup istrinya. Pada saat itu, Dokter Hunt masuk dan bertanya pada pasien wanita itu, apakah layak untuk mempertaruhkan hidupnya ketika ada kesempatan bahwa mungkin mereka akan menemukan obatnya. Sebelum sang suami mencari obat tersebut, ia juga ingin mendengarkan jawaban sang istri akan pertanyaan dokter Hunt kepada isterinya perihal kemauannya untuk mengakhiri hidup. Lalu sang istri menjawab, bahwa pada titik tertentu, kematian tidak lagi menakutkan dan harapan lebih menakutkan karena tergantung pada itu hanya akan membuatnya merasa sendirian. Dan aku tidak ingin mati sendiri," kata istrinya. Lalu jawabnya lagi, "Dokter, saya tidak takut akan hal ini -? lalu mengapa engkau?" 
Lalu dokter Hunt terdiam, pergi dan duduk di luar rumah sakit sendirian. Setelah itu suami dari pasien itu datang dan duduk bersamanya setelah menemukan obat untuk istrinya. Lalu dia berkata pada dokter Hunt bahwa dia kesulitan untuk mencari obat itu, dan begitu mendapatkannya harganya begitu mahal dan faktanya bahwa obat itu malah digunakan hanya untuk mengakhiri hidup istrinya, yakni orang yang dicintainya. 
Lalu dokter Hunt berkata, akan ada saat ketika dia meninggal dan semua rasa sakit yang dideritanya akan hilang, "dan akan ada kelegaan." dan kamu akan tahu "tentang kepastian yang mutlak" bahwa ia melakukan hal yang benar walau hanya untuk beberapa saat.


Kemudian pasien wanita itu menelan obat yang digunakan untuk mengakhiri hidupnya, dan dia tersenyum pada suaminya yang mengatakan bahwa ia takut akan hal yang dihadapi istrinya. Sang istri menarik dia dekat kepadanya, dan mereka berbaring bersama ditempat tidur. 



Grey's Anatomy - Season 6 "Suicide Is Painless"

0 komentar: