Rumah Itu Masih Berantakan..

Kamis, 17 Februari 2011

Rumah yang saya tempati masih berantakan. Rumah itu saya tempati bersama keluarga. Rumah itu bukan milik saya tetapi milik orang tua saya. Rumah itu belum sepenuhnya selesai terbangun, ada beberapa bagiannya yang belum terlengkapi. Tetapi kami sudah bisa menempatinya. Rumah baru itu kami tempati awal bulan januari tahun lalu. Sudah sekitar setahun kami menempatinya. Beberapa bagian ruang masih belum terbangun. Barang - barang dan perabotan lainnya belum tertata rapih, sementara tidak cukup tempat untuk meletakkan barang dan perabotan lainnya di dalam rumah. Sehingga tempat untuk menampung barang dan perabotan lainnya dibangun. Letaknya dibelakang rumah dan ruang itu terbangun begitu saja seadanya. Beberapa barang ada yang terlihat lembab, mungkin ada yang sudah berjamur. Bagian talangnya bengkok dan ketika hujan, air masuk membasahi dinding ruangan. Kemudian sebagian ruangnya dipakai untuk menjemur baju ketika hujan. Lalu ada bagian kecil untuk dapur dan tempat mencuci. Kemudian ada cukup halaman untuk ruang terbuka dan tempat bermain kucing.

 
Rumah yang saya tempati masih berantakan. Aku ingin membersihkannya, aku ingin melihatnya rapih. Kadang terlupa karena terlalu fokus terhadap hal lainnya. Rumah itu masih saja berantakan. Barang - barang dan perabotan belum tersusun rapih, tak ada tempat yang lebih baik lagi untuk menyimpannya. Sekalipun aku sudah membersihkannya. Ruangan dalam rumah itu pasti kembali berantakan. Para penghuni rumah berlalu lalang membuat rumah kembali berantakan, tidak terkecuali kucing - kucing peliharaanku dirumah itu turut berperan menambah semaraknya rumah yang berantakan.

Aku ingin punya rumah sendiri. Yang halamannya lebih luas. Hingga aku tidak perlu membersihkannya sendiri. Yang bisa kubangun 8 kamar, atau mungkin 12..  Yang bisa kupakai untuk berkreasi. Yang bisa kupakai untuk bermimpi. Yang bisa kutinggali semauku. Lalu halaman yang luas itu masih bisa kubangun sebuah tempat untuk binatang - binatang peliharaanku. Lalu tempat untuk menanam jeruk, nanas, mangga, durian, melon, semangka, mungkin jambu, mungkin apel, mungkin rambutan,... kemudian bawang, tomat, ketimun, kedelai, lada, mungkin cabai, mungkin serai, mungkin juga jahe.. Lalu ada taman dimana terdapat pohon pinus dan cemara, tempat duduk untuk melihat bulan atau bintang jika malam tiba..

Rumah itu kadang tenang, kadang semarak, tetapi rumah itu harus hidup karena menopang sebuah kehidupan.

0 komentar: